PELATIHAN KULTUR JARINGAN ESHA FLORA

By 11:46 AM

Oleh
Ir. Edhi Sandra MSi
Ir Hapsiati
Azizah Zahra S Hut
Pendahuluan
Esha Flora di didrikan oleh Edhi Sandra dan Hapsiati. Dalam perjalanannya sudah banyak pengalaman terkait pelatihan kultur jaringan tanaman, baik yang dilakukan di IPB maupun di Esha Flora. Pelatihan-pelatihan tersebut sudah dimulai sejak 1996 (di IPB), banyak peserta pelatihan tapi sedikit sekali yang mampu melaksanakan dan memulai kultur jaringan tanaman. Kebanyakan yang berhasil adalah memang para pelaku kultur jaringan dari perguruan tinggi, litbang maupun swasta yang sudah memiliki laboratroium kultur jaringan.
Masalahnya perguruan tinggi, libang atau pemda yang sudah memiliki laboratoium kultur jaringan sudah sibuk sendiri-sendiri dengan programnya , dengan risetnya dan tanaman yang dikulturkan. Banyak masyarakat yang menginginkan mengkulturkan tanaman tertentu tidak terakomodir keinginannya. Dan mereka mau membuatnya juga sangat sulit memulainya dari mana.
Potensi Tanaman Eksotik Komersial
Disamping itu banyak peluang agribisnis yang sangat potensial prospeknya seandainya dapat dilakukan kultur jaringan tanaman unggulnya. Tapi banyak keinginan masyarakat tersebut tidak terpenuhi. Disamping itu seandainya mereka memang mempunyai keinginan kuat untuk mewujudkannnya, tapi justru pelatihan yang dapat mengantarkan mereka sampai pada berjalannya laboratorium kultur jaringan dengan baik sangat langka. Banyak pelatihan yang di buat hanya sekedar memperkenalkan kultur jaringan saja. Sangat tidak memadai untuk dapat memulai usaha berbasiskan kultur jaringan.
Pengalaman mengoperasionalkan laboratorium kultur jaringan sekala rumah tangga sejak tahun 2004 membuat Esha Flora memahami dengan benar permasalahan yang timbul dan akan dihadapi dalam pengelolaan lab kuljar. Di tambah dengan memang dasar keilmuan dari pemilik Esha Flora adalah kultur jaringan, maka dipahamilah bahwa terlalu banyak pernik-pernik kecil yang akan sangat mengganggu dalam pelaksanaan operasional laboratorium kultur jaringan seandainya kita belajar dari nol. Hambatannnya kecil, masalahnya sepele tapi karena kita tidak tahu dengan baik bagaimana menanggulanginya maka permasalahan tersebut dapat menjadi besar bahkan akan dapat menggagalkan rencana pengembangan laboratorium kultur jaringan.
Tujuan dan Pekat Pelatihan Esha Flora
Untuk keperluan itulah maka berdasarkan masukan dari para peserta pelatihan yang sudah mencapai ribuan orang disusunlah paket pelatihan yang memang diperuntukan bagi para pihak yang memang benar-benar ingin mengembangkan laboratorium kultur jaringan. Dalam penyusunan paket pelatihan ditentukan tujuannya terlebih dahulu yaitu:
1. Dapat dijadikan pegangan dan acuan bagi para pihak yang akan mengembangkan laboratorium kultur jaringan
2. Dapat dilaksanakan oleh siapa saja walaupun backgorundnya bukan sarjana pertanian
3. Tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dan dapat dilaksanakan dengan kondisi yang serba terbatas.
4. Metode yang digunakan haruslah metode yang daoat dilaksankan dalam kondisi serba sederhana dan biaya relative murah.
Oleh sebab itulah maka dibuat paket dengan ketentuan sebagai berikut:
1 paket pelatihan harus detail agar para peserta walaupun bukan background pretanian akan mampu melaksanakannya.
2. paket harus lengkap dari awal sampai akhir agar dapat memberikan rangkaian yang lengkap dan global.
3. paket harus jelas, prinsip dan pakemnya sehingga peserta dapat mengantisipasi bila ada permasalahan.
4. paket harus mampu memeberikan bekal yang memadai mengenai ilmu-ilmu yang terkait seperti, media tumbuh, sterilisasi, kontaminasi, pertumbuhan tanaman, hormone,
5. paket harus dibekali dengan trik dan tip agar peluang keberhasilan dapat lebih besar bagi para peserta.
6. Paket harus memberikan kesempatan bagi para peserta untuk merasakan pelaksanaan setiap tahapan agar dapat memahami dan mengerti permasalahan yang dihadapinya.
7. paket harus dapat berfungsi sebagai “pancing” sehingga peserta dapat mengkulturkan berbagai jenis tanaman.
Berkaitan dengan itu maka disusunlah paket pelatihan Esha Flora khusus bagi para pihak yang memang benar-benar akan mengembangkan kultur jaringan. Muatan yang sangat banyak maka paket pelatihan menjadi sangat padat dan cukup lama yaitu 4 hari dari jam 09.00 sampai jam 16.00. Dan sistem pelatihan dibagi menjadi 2 macam yaitu diskusi mengenai pengalaman, trik dan tip serta strategi pengembangan kultur jaringan. Dampaknya adalah biaya pelatihan menjadi membengkak yaitu 6juta untuk yang privat professional, dan 4juta yang regular.
Paket Pelatihan Privat Profesional dan Reguler
Paket Pelatihan Privat professional adalah suatu paket pelatihan yang pesertanya boleh atau hanya satu aorang atau lebih denganfocus atau tujuan yang sama sehingga di dalam pelatihan tersebut benar-benar dibahas materi atau topic yang diinginkan oleh peserta yang mau mengembangkan laboratotrium kultur jaringan
Pada paket pelatihan regular, pelatihan tetap lengkap dan global tapi karena pesertanya beragam dan lebih dari satu maka dalam pelaksanaannya kami tetap berusaha mengakomodir berbagai macam topic atau jenis tanaman yang mau dikembangkan, dan masing-masing dapat mencobakan jenis tanaman yang akan dikembangkan tersebut. Tapi tetap saja karena berbarengan maka setiap peserta menajdi tidak mendapat dengan lengkap dan detail semua hal terkait jenis tanaman yang akan dikembangkan.
Banyak Pihak Kaget Dengan Paket Pelatihan Esha Flora
Banyak para pihak atau masyarakat yang secara umum tidak terlalu memahami kultur jaringan tanaman dan tertarik dengan promosi yang ada, tapi begitu tahu harganya banyak diantara mereka yang mundur. Ya kami menyadari bahwa memang banyak pihak lain yang mengadakan pelatihan kultur jaringan dalam waktu yang singkat dan biaya yang murah, tapi dengan sistem pelatihan seperti itu maka sebenarnya tujuannya hanyalah sekedar untuk mengetahui peluang apa saja yang dapat dilakukan oleh kultur jaringan. Apakah kultur jaringan dapat dilakukan untuk tanaman yang sedang dikembangkan dan sebagainya. Dalam hal ini mereka adalah para pihak yang baru akan mejajagi manfaat kultur jaringan, bukanlah para pihak yang memang sudah mengetahui fungsi dan manfaat kultur jaringan tanaman dan benar-benar ingin mengembangkan kultur jaringan untuk mendongkrak usaha agribisnis yang sedang dijalankan.
Bagi para pihak yang akan mengembangkan laboratorium kultur jaringan dan agribisnis berbasiskan kultur jaringan, maka minimal sudah merencanakan dan memperkirakan biaya yang diperlukan untuk pengembangnnya. Biaya yang Esha Flora tawarkan adalah nilai yang tidak ada apa-apanya bila dibanding teknologi yang akan mereka kuasai dan dapat mengkulturkan berbagai jenis tanaman yang mereka inginkan. Dengan teknologi kultur jaringan tanaman banyak hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan, termasuk memproduksi bibit unggul 100% sebanyak yang diinginkan (tinggal direncanakan saja), dan tidak tergantung pada musim dan iklim (lingkungan).
Program Transfer Teknologi Esha Flora
Bagi para pihak yang ingin cepat dan lancar, tidak ingin menemui hambatan dalam proses awal pembentukan laboratorium kultur jaringan sampai dengan berjalan produksi bibit unggul dan aklimatisasi, maka dapat mengambil program Transfer Teknologi yaitu suatu paket yang terdiri dari beberapa kegiatan yang pada intinya akan mendampingi perusahaan agar semua pelaksanakan kultur jaringan dapat dilaksanakan di perusahaannnya
Rangkaian Kegiatan Transfer Teknologi Kultur Jaringan:
1. Perencanaan dan pembangunan lab
2. Pengadaan alat dan bahan laboratorium kultur jaringan
3. Pelatihan tenaga kultur jaringan tanaman (1 supervisor/ sarjana)
4. Magang tenaga kultur jaringan (2 laboran/ level SMK/D3)
5. Pengoperasionalan lab kultur jaringan perusahaan
6. In House Training di Perusahaan
7. Pendampingan selama 6 hari terdiri atas 4 kali
8. Supervisi sebanyak 4 kali
9. Laporan dan Hasil
Pelatihan Esha Flora Bagi Masyarakat Umum
Esha Flora sebagai lembaga yang berusaha untuk memasyarakatkan teknologi kultur jaringan berusaha agar kultur jaringan dapat dikenal luas oleh masyarakat. Oleh sebab itulan maka Esha Flora bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melakukan kultur jaringan dengan harga yang sangat terjangkau, misalnya Esha Flora bekerjasama dengan IUPB dalam pelatihan kultur jaringan untuk anak-anak sekolah. Esha Flora bekerjasama dengan Trubus untuk pelatihan kultur jaringan singkat (1 hari). Esha Flora bekerjasama dengan berbagai kelompok Tani dan LSM untuk pelatihan berbagai kelompok masyarakt dll.
Esha Flora juga melakukan “Open Laboratorium” setiap hari sabtu jam 09.00 sampai jam 12.00. dengan tujuan agar berbagai pihak dan masyarakat yang ingin melihat kultur jaringan skala rumah tangga dapat langsung datang ke Esha Flora.
Pelatihan Para Pihak Yang Berminat Tapi Sedang Tidak Ada Dana
Untuk kondisi ini Esha Flora berusaha untik mengakomodir dengan cara membuat pecahan paket pelatihan menjadi:
1. Pelatihan kultur jaringan khusus praktek saja 2 hari 3 juta
2. Pelatihan modul, setiap tahapannya saja, missal: pembuatan media saja, atau inisiasi saja, atau subkultur saja, atau aklimatisasi saja. selama 1 hari biaya 1,5 juta.
Dukungan Esha Flora Bagi Peserta pelatihan Esha Flora
1. Dalam rangka pengembangan laboratorium kultur jaringan dan pengembangan agribisnis berbasiskan kultur jaringan maka Esha Flora memiliki group WA yang berisi pihak-pihak ahli kultur jaringan, para pengusaha kultur jaringan , para pelaksana bioteknologi dan pertanian, parapeneliti bioteknologi dan kultur jaringan. Dengan tujuan agar para anggota dapat saling share, saling berbagi pengalaman dan dapat saling transaksi bisnis. Diharapkan kedepannya group WA Esha Flora ini dapat menginisiasi suatu kekuatan untuk memproduksi dan memberikan masukan pada pemerintah terkait kultur jaringan tanaman dan bioteknologi.
2. Selalu disampaikan bahwa semua anggota group WA adalah satu group dan perlu saling bantu dan saling tolong. Oleh sebab itu maka diharapkan masing-masing pihak dapat saling bantu dalam pelaksanaan agribisnis dan kemitraan dll.
3. Esha Flora juga berusaha membantu para peserta pelatihan dengan menyediakan berbagai jenis kultur jaringan tanaman yang saat ini sudah dikulturkan dan dikoleksi Esha Flora sebanyak 138 jenis tanaman, baik tanaman kehutanan, tanaman hias, tanaman obat, tanaman hortikultura dll.
4. Esha Flora berusaha menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan oleh anggota terkait bahan alat ataupun dukungan keilmuan dalam mengatasi berbagai permasalahan.
Karakteristik Agribisnis Berbasis Kultur Jaringan
Karakteristrik agribisnis berbasiskan kultur jaringan adalah
1. Memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk merintis awal mulanya, karena membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1 – 1, 5 tahun
2. Banyak permasalahan teknis dan non teknis yang dihadapi yang membuat usaha ini tidak mudah
3. Setiap pihak yang akan memulai pelaksanaan kultur jaringan haruslah melalui masa yang sulit dan merepotkan tersebut dalam waktu yang tidak sebentar, oleh sebab itulah tidak banyak juga pihak yang mau dan berhasil mewujudkannya. Tapi bila kita sendiri sudah memalaluinya maka usaha kita juga tidak akan mudah ditiru pihak lain karena tidak mudah. Telebih untuk jenis-jenis yang khas dan unik maka hanya pihak yang sudah menekuninya saja yang dapat melakukannya kecuali mereka mengajarkan pada pihak lain.
Banyak dari Alumni peserta Pelatihan kultur jaringan Esha Flora yang saat ini menjadi spesialis dalam kultur jaringan tertentu, seperti: Kultur Jaringan Jati Solomon, kultur jaringan sengon Solomon, kultur jaringan nanas, kultur jaringan pohon hutan, kultur jaringan sukulen, kultur jaringan anggrek, kultur jaringan aquascape, kultur jaringan gerbera, kultur jaringan pisang, kultur jaringan pule (Alstonia scolaris) Dan mereka sangat professional dan kompeten dalam bidangnya. Saya salut dengan mereka yang telah dengan tekun dan sabar mengatasi berbagai hambatan dan halangan
Cita-cita Besar Memerlukan Usaha Lintas Tahun
Cita-cita besar memerlukan usaha yang tidak sebentar dan tidak sedikit, akan banyak suka duka, luka dan sebagainya. Tapi kita harus mampu bertahan karena setelah itu kita akan menemui kebahagiaan dan mengecap hasil yang membahagiakan. Terkadang terasa hampa dan kosong, kehilangan arah, terasa runtuh yang sudah dirintis, tapi coba perhatikan langkah kita, menapaklah setapak demi setapak. Tidak perlu melihat tingginya gunung, tapi perhatikan langkah kita dengan baik setapak demi setapak agar kita tidak jatuh dan terluka. Mari jangan cepat dan mudah putus asa. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mewujudkan cita-cita besar kita. Mari kita sama-sama mewujudkan mimpi kita. Semoga menjadi suatu kenyataan yang bermanfaat dan diridhoi Allah SWT. Aamiin

You Might Also Like

0 comments