Vertikal Garden

By 2:51 PM






Oleh: Edhi Sandra
  1. Pemilik Esha Flora Plant and tissue culture
  2. Kepala unit kultur jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan Departemen Konservasi SumberdayaHutan dan Ekowisata, Fahutan IPB Bogor
  3. . Kepala Lab Bioteknologi Lingkungn PPLH IPB Bogor


Pendahuluan

Populasi manusia terus bertambah dan berkembang demikian pula dengan paeradaban dan budaya manusia. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi maka berbagai macam produk dan teknologi dapat dihasilkan untuk menjawab permasalahan yang muncul.

Perkotaan merupakan tempat komunitas manusia berkumpul dan beraktivitas.  Lingkungan perkotaan lebih beroriantasi untuk menunjang kegiatan dan aktivitas manusia dalam mencapai tujuannya. Tapi ternyata keseimbangan ekosistem dan lingkungan yang baik merupakan syarat wajib agar manusia dapat beraktifitas dengan baik. Demikian pula dengan kehadiran tumbuhan sebagai  mahluk penangkap energi sinar matahari, penghasil oksigen dan sebagai sumber pangan (produsen) dalam siklus makanan di dalam ekosistem.  Demikian pula dengan fungsi tanaman lainnya sebagai penangkap polusi udara, peredam angin dan suara, penyejuk udara dsb.

Keterbatasan lahan di perkotaan membuat manusia harus memanfaatkan lahan sekecil apapun, bahkan dengan ilmu dan teknologinya maka berbagai teknik budidaya dapat dikembangkan. Beberapa teknik budidaya yang sudah mulai banyak dilakukan adalah teknik hidroponik, teknik aeroponik, teknik kultur jaringan dan teknik budidaya vertikal.

Pengembangan berbagai teknik budidaya tersebut menuntut pemahaman tentang unsur hara (organik dan anorganik), ekofisiologi tumbuhan (pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman), morfologi dan anatomi tumbuhan dll.

Dalam makalah ini akan dibahas sedikit tentang vertikal garden untuk dapat membuka pemahaman tentang prinsip dasar dalam membuat vertikal garden. Diharapkan makalah ini dapat dijadikan acuan atau dasar dalam memodifikasi dan pengembangan vertikal garden.

Vertikal gadren            

Terbatasnya lahan membuat orang perkotaan berusaha memamnfaatkan setiap ruang yang ada untuk berbudidaya. Salah satu teknik budidaya yang dikembangkan adalah Vertikal Garden. Budidaya Vertikal garden adalah suatu teknik budidaya yang dibuat secara vertikal, maksudnya bahwa budidaya ini memakai ruang vertikal untuk budidayanya.

Budidaya vertikal dapat menggunakan dan memanfaatkan apapun sehingga tanaman dapat dibudidayakan secara vertikal, mulai dari teknik yang sederhana sampai pada teknik yang modern dan biaya sangat mahal.

Penggunaan ruang vertikal untuk berbudidaya merupakan hal yang sangat baik dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Manfaat Vertikal garden dapat sangat optimal bila segala halnya dioptimalkan.  Demikian pula dengan teknik yang digunakan bisa dipilih berdasarkan keterbatasan yang ada, kalau memang dana terbatas maka dapat digunakan teknik yang sederhana, yang penting vertikal garden dapat dilakukan dengan baik.
                                     
Tujuan Vertikal Garden

  1. Memanfaatkan ruang vertikal untuk budidaya tanaman.
  2. Meningkatkan kualitas lingkungan
  3. Menghasilkan produk dan jasa tanaman yang diinginkan.



Manfaat Vertikal Garden

  1. Menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya.
  2. Menyerap debu dan polutan udara sehingga kualitas udara akan meningkat.
  3. Menurunkan suhu udara dan kelembaban serta kesejukan udara.
  4. Menghasilkan produk buah, bunga, daun, umbi.
  5. Peredam angin, suara dan debu.
  6. Meningkatkan keindahan dan kenyamanan lingkungan
  7. Dapat menentramkan dan menenangkan hati (mengurangi stres)

Prinsip Dasar

Dalam melakukan budidaya vertikal garden maka prinsip dasar yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Terjaganya dan tersedianya suplai faktor-faktor yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Diantaranya adalah tersediannya bahan makanan (unsur hara dan organk), ketersediaan air, kondisi lingkungan yang memadai. (sinar matahari, angin, kelembaban, suhu).
  2. Kondisi kritis terjadi saat pembuatan dan penanaman awal vertikal garden, tanaman akan mengalami stres. Keberhasilan proses adaptasi tanaman pada posisi vertikal garden sangat dipengaruhi oleh bantuan untuk mengatasi kondisi ekstrim dan membantu beradaptasi pada lingkungan yang baru
  3. Pengendalian dan pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada posisi vertikal garden memerlukan pemahaman tentang habitus, morfologi dan anatomi dan morfologi serta fisiologi.
  4. Keterbatasan tempat tumbuh dan keterbatasan lainnya membuat tanaman vertikal garden akan mencapai kondisi maksimal dikaitkan dengan daya dukung vertikal garden sehingga perlu di pangkas (untuk menyediakan ruang untuk tumbuh berkembang) maupun diremajakan (mengembalikan viabilitas pertumbuhan)  dan pengaturan komposisi makanan yang lengkap untuk menjaga agar pertumbuhan tetap berlangsung dengan baik.

Ragam Vertikal Garden

Dalam teknis terapan atau aplikasinya maka dapat dipergunakan berbagai cara dan bahan agar vertikal garden dapat dilaksanakan.

Kondisi yang paling sederhana.

 Kita hanya merancang tempat tumbuh saja yang bersifat vertikal selebihnya pertumbuhan diserahkan secara alami. Pada kondisi ini sama saja seperti kita menyediakan pot-pot tanaman yang di susun secara vertikal dan kita beri tanah dan kompos/ pupuk kandang dan disiram secara rutin.  Menyerahkan penyediaan makanan pada media tanam campuran tanah dan kompos/pupuk kandang serta penyiraman yang rutin dan pertumbuhan dibiarkan secara alami merupakan teknik yang paling murah, apalagi bila kita kurang memahami tentang kebutuhan makanan untuk tanaman serta faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Dalam pelaksanaannya maka pertumbuhan tanaman akan dipengaruhi oleh kualitas media ramuan tanah yang digunakan, semakin lengkap media tanam yang digunakan akan semakin bagus pertumbuhan tanaman yang terjadi.  Demikian pula dengan ketersediaan air merupakan syarat mutlak, dengan kecilnya pot yang ada serta terjadinya proses penguapan air melalui tanaman (transpirasi) maka lambat laun air di dalam pot akan habis dan tanaman akan mengalami dehidrasi. Oleh sebab itulah pemberian air secara berkala dan selalu tersedia  dengan baik merupakan syarat pertumbuhan tanaman vertikal garden yang baik.

1. Campuran media tanam.

Dalam membuat campuran media tanam maka ada dua fungsi yang harus diperhatikan yaitu : fungsi fisik media tanam harus memadai dalam hal: aerasi (ketersediaan udara untuk bernafasnya akar) untuk itu media tanam harus porous, berongga. Sifat fisik lainnya kemampuan daya pegang air yang tinggi, walaupun berongga (porous), tapi media harus dapat memegang air yang tinggi, hal ini sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban di dalam media serta menyediakan air untuk proses transpirasi, fotosintesis dan metabolisme tanaman, sifat fisik yang berikutnya yang juga sangat penting dalam vertikal garden adalah kemampuan media untuk dapat tetap menjaga agar tanaman dapat berdiri tegak dengan baik oleh sebab itu media harus kokoh, kuat dan tidak mudah goyah. Sehingga tanaman tidak mudah tercabut karena angin dll.

Disamping itu media tanam harus dapat memenuhi fungsi kimia, yaitu mampu menyediakan semua kebutuhan bahan makanan yang dibutuhkan. Untuk itu maka perlu dibuat ramuan yang lengkap agar semua kebutuhan makanan dapat terpenuhi dengan baik. Campuran yang dapat dilakukan contohnya adalah  campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam bakar, cocopit, pasir, sekam dll.  Selain campuran media tanam tersebut dapat diberi makanan tambahan seperti pupuk lengkap yang ada dipasaran.

2.  Tempat media tanam

Tempat media tanam dapat berupa pot dengan berbagai macam ragam. Tempat media tanam tersebut dapat diisi dengan campuran media tanam atau dapat pula di beri media untuk mengikat akar dan berdirinya tanaman, serta kebutuhan tanaman disuplai dengan sistem irigasi (hidroponik).

Bila menggunakan sistem hidroponik, maka ketersediaan cairan hidroponik yang berisi bahan makanan merupakan penentu pertumbuhan tanaman, seringkali komposisi makanan yang dibutuhkan tanaman masih kurang lengkap, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal pertumbuhannya.  Seringkali kebutuhan air tidak pas antara kebutuhan untuk proses transpirasi, kebutuhan akan bahan makanan serta kebutuhan dan pengkondisian iklim mikro (kelembaban dan metabolisme),  sebaiknya di pisah untuk kebutuhan transpirasi dan pemenuhan kebutuhan makanan dengan kebutuhan untuk metabolisme dan menjaga kelembaban iklim mikro.

Kondisi Yang Paling Kompleks

Kondisi ini diperlukan pada saat kondisi lingkungan sudah tidak memadai untuk pertumbuhan tanaman, misalnya budidaya vertikal garden di dalam gedung, maka diperlukan pengaturan semua faktor pertumbuhan dengan baik dan tepat. Semuanya terkontrol dengan baik disesuaikan dengan kebutuhannya.

Kondisi ini juga diinginkan bila si pemilik ingin membuat suatu teknik budidaya vertikal garden yang serba otomatis dan terkontrol sehingga tidak perlu repot-repot lagi dari segi perawatan. Dalam hal ini betul betul diperlukan pemahaman untuk mensetting secara otomatis semua faktor pertumbuhan tanaman.

Secara finansial maka pengkondisian seperti ini akan membutuhkan dana yang sangat tinggi, akan tetapi dana yang tinggi tersebut akan terbayarkan oleh ”kebanggaan menghadirkan sesuatu yang ramah lingkungan dan menakjubkan”.  Hal ini akan menaikkan harga diri dan kebanggaan dihadapan para mitra, karena hal ini memberikan anggapan bahwa pemilik tidak pandang biaya untuk sesuatu yang bersifat ramah lingkungan (Go Green).  Jadi vertikal garden bagi suatu perusahaan lebih berfungsi sebagai ”prestice/ kebanggaan” dibandingkan tujuan ”untung –rugi”.

Permasalahan

1.  Banyaknya tanaman vertikal garden yang mati pada tahap awal penanaman.

Banyak para penanam vertikal garden menggunakan media sintetik sebagai media tanam. Jadi sebenarnya media sintetik ini berperan sebagai fungsi fisik tempat berdirinya tanaman, sedang kebutuhan makanan tanaman disuplai dengan sistem irigasi. Tapi kenyataannya kondisi fisik dan suplai makanan ini tidak cukup untuk menunjang perubahan kondisi perubahan dari kondisi pot biasa/polibag (bibit tanaman) dipindahkan ke media vertikal garden.

Pada proses pemindahan tersebut maka biasanya media tanah di dalam pot atau polibag di lepaskan dari akar tanaman.  Banyak orang yang kurang memahami tanaman, dengan kasar membuka polibag atau pot dan dengan kasar melepaskan akar dari tanahnya. Padahal dengan cara tersebut maka akar akan banyak mengalami kerusakan dan putusnya bulu akar yang merupakan ujung tombak dari masuknya air dari media tanam ke dalam akar.  Dengan rusaknya bulu akar maka akar akan mengalami hambatan dalam proses masuknya air ke dalam tanaman.  Dan dengan banyaknya akar yang putus maka akan merusak dan putusnya ujung akar padahal disitulah tempat dihasilkannya hormon stitokinin dan pada saat akar putus maka jumlah hormon di dalam tanaman akan berkurang dan ini membuat tanaman akan menjadi stres.

Media tanam sintetik vertikal garden yang kurang memperhatikan kebutuhan akar ditambah dengan kondisi akar yang rusak bulu akarnya dan banyak yang putus membuat tanaman menjadi stres dan tidak dapat bermetabolisme dengan baik.
Kondisi tsres tersebut harus cepat dipulihkan, karena tanaman dalam kondisi tidak stabil, dan cadangan makanan yang terdapat dalam tanaman tersebut juga sangat terbatas, sehingga bila tanaman tidak dapat pulih dari stresnya sebelum cadangan makanannya habis maka tanaman tersebut akan lebih stres akibat kehabisan cadangan makanan dan akhirnya mati.
Untuk menanggulangi stres tersebut maka perlu dibantu dengan menyediakan campuran makanan yang lengkap yang dapat mempercepat pulihnya tanaman dari kondisi stres. Ramuan makanan tersebut adalah campuran dari berbagai bahan makanan yang diperlukan tanaman,yaitu:
  1. Sumber energi, gula 30 g/l
  2. Unsur hara lengkap (makro dan mikro)
  3. Vitamin B1, B2, B6 B12, dan vitamin E
  4. Asam amino (casein hidrolisat, glisin) atau pepton
  5. komposisi hormon yang seimbang:
NAA: 1mg/l, IBA: 1 mg/l, BAP: 2 mg/l, GA3: 1 mg/l    

Bila dalam pelaksanaannya vertikal garden menggunakan sistem yang kompleks, dengan menggunakan sistem irigasi dan serba otomatis maka akan lebih baik bila dalam menyediakan bahan makanan yang diperlukan menggunakan bahan makanan yang bersifat ”Pro analis” dibandingkan dengan yang ”teknis”.

Bahan makanan yang pro analis adalah bahan makanan yang digunakan dalam proses kultur jaringan dan memiliki tingkat kemurnian tinggi, sedang media teknis memiliki pengotor atau media pembawa yang cukup tinggi. Dengan menggunakan bahan Pro analis maka kebersihan alat sistem irigasi akan lebih terjaga dengan baik.

2.  Tanaman vertikal garden dapat tumbuh tapi kurus dan ”njelulur”  memanjang dan tidak rimbun sehingga memberikan kesan gersang dan tidak enak dipandang.

Hal ini disebabkan sistem yang ada tidak mampu membuat pertumbuhan yang subur. Hal ini disebabkan kondisi iklim mikro yang ada kurang optimal bagi pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman tumbuh kurus dan tidak rimbun. Dan juga penanam tidak mampu mengendalikan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman tumbuh sesuai dengan kondisi yang ada.

Kemampuan menyediakan semua kebutuhan tanaman sangat perlu agar pertumbuhan tanaman dapat subur.  Seringkali terjadi ketidak seimbangan dalam proses transpirasi dengan ketersediaan air dalam media, kebutuhan tanaman terhadap air untuk proses fotosintesis dan jumlah sinar matahari yang di dapat tanaman (sampai pada permukaan daun yang berhijau daun) tidak terhalangi oleh tanaman lainnya.  Lamanya sinar matahari yang di dapat dalam satu hari juga menentukan hasil fotosintesis yang dihasilkan.

Kemampuan mengendalikan pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh baik pada kondisi vertikal garden juga sangat diperlukan, karena kalau tidak maka secara alami maka tanaman akan mengikuti kondisi alamiah misalnya : (fototropisme dan geotropisme), etiolasi (tanaman tumbuh memanjang dan tidak proporsional), merontokkan daun (tanaman kurus) karena kondisi lingkungan yang tidak optimal untuk pertumbuhan tanaman. Sirkulasi hormon endogen dalam tanaman membuat sebagian tajuk bagian bawah akan mati dan merana, sistem perakaran yang tidak baik.        

3.  Masa pertumbuhan subur tanaman vertikultur relatif pendek.

Terbatasnya tempat tumbuh, panasnya dan ekstrimnya kondisi lingkungan akan membuat tanaman akan cepat tua, dan pertumbuhan akan semakin menurun.  Keterbatasan ketersediaan air secara kontinu membuat pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan sel-sel akan mengalami dehidrasi dan akhirnya tanaman akan merana dan mati.

Cepat tuanya tanaman vertikultur dan berdampak pada kurusnya dan jeleknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian tanaman, akan membuat pengelola harus melakukan penanaman ulang.  Penanaman ulang ini akan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Oleh sebab itu panjangnya umur pertumbuhan subur dari tanaman vertikultur merupakan penghematan bagi pembiayaan vertikultur.

4.  Penanam/ pembuat vertikultur tidak memperhatikan habitus dari tanaman yang ditanam secara vertikultur tersebut.

Karakter dasar tanaman, berupa bentuk dasar / alami suatu tanaman, misalnya masuk kelompok habitus: herba, atau semak, atau perdu atau liana, atau pohon dll.  Dalam bentuk bibit tanaman akan terlihat cantik tapi sebenarnya pada saat dia besar maka sebenarnya tanaman tersebut berupa pohon yang sangat besar, hal ini akan menjadi masalah. Oleh sebab itulah maka kita perlu memperhatikan karakter ini. Dalam menentukan tanaman vertikal garden sebaiknya tanaman yang pertumbuhannya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu besar perubahannya sehingga tidak membutuhkan perawatan yang intensif, misalnya bromelia, kriptantus, sansivera, kaktus dll.
Apabila kita mau menanam tanaman yang berhabitus pohon pada vertikal garden maka kita perlu memperhatikan dan membayangkan perubahan yang akan terjadi sampai pohon tersebut besar.  Bila kita menanam jenis pohon pada vertikal garden yang awalnya berupa bibit pohon maka bisa kita bayangkan bahwa bibit pohon tersebut akan membelokkan tunasnya kearah atas / matahari (fototropisme), kecuali kita menempatkan pohon yang sudah besar dalam posisi horisontal pada vertikal garden, maka batang yang sudah tua tidak akanmembelok ke atas, tapi pertumbuhan tunas-tunasyang baru akan membelok ke atas, kalau tunas-tunas yang baru tersebut tumbuh secara serempak dalam bentuk yang kompak maka pohon yang posisi horisontal tersebut akan berbentuk yang sangat unik, karena nantinya tajuknya akan menghadap ke atas sementara pohonya pada posisi horisontal.

5.  Kondisi ekstrim yang tidak dipahami/ tidak disadari oleh penanam

Seringkali kondisi ekstrim tidak disadari oleh penanam. Pada teknik budidya vertikal garden maka, tanaman di supali makanannya melali sistem irigasi di medianya dan tanaman berada pada posisi (misalnya tembok yang tinggi yang kondisi disekitarnya sinar cukup terik, suhu udara panas, kelembaban rendah dan angin juga keras, kombinasi hal ini membuat tanaman tidak mampu mengimbanginya. Jumlah air yang keluar dari stomata tanaman terlalu tinggi dibandingkan suplai air dari media tanam atau untuk kebutuhan foto sintesi sudah memadai tapi untuk kesehatan dan kebugaran sel dan iklim mikro sangat kurang karena kelembaban di sekitar tanaman sangat kering akibat angin keras, suhu panas dan kelembaban yang sangat rendah. Oleh sebab itulah perlu diantisipasi agar kondisi ekstrim  tersebut tidak membuat tanaman menjadi mati, dan dapat tumbuh dengan baik. Misalnya dengan memberikan sistem pengkabutan dengan arah kabut yang disemprotkan disemua permukaan vertkal garden dengan menggunakan smoker.
                                                             
6.  Ramuan makanan yang jauh dari bergizi

Banyak orang belum menyadari bahwa setiap mahluk hidup memerlukan berbagai bahan untuk keperluan hidupnya. Demikian pula pada tanaman tidaklah cukup hanya diberi dengan NPK saja. Atau hanya diberi pupuk lengkap saja. Walaupun pada label pupuk tersebut dikatakan lengkap, tapi sebenarnya masih ada kebutuhan tanaman lain selalin pupuk tersebut, yaitu sumber energi, vitamin, bahan organik, asam amino, enzim dan hormon.
Kelengkapan makanan yang kurang memadai membuat ekspresi gen kurang optimal sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal walupun juga tidak mati.Padahal akan lebih baik bila semua tersebut dipenuhi dengan baik sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal dan subur.

7.  Ketidak mampuan mengendalikan pertumbuhan tanaman

Ketidak mampuan mengendalikan pertumbuhan tanaman merupakan suatu permasalahan yang cukup serius, karena tanaman akan tumbuh sesuai apa adanya dan sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada.

Mengendalikan pertumbuhan tanaman bisa dilakukan secara manual tradisional dengan cara prunning atau pemangkasan dan pengaturan bentuk dan pertumbuhan tajuk secara manual. Tapi ada pula cara lain dalam mengendalikan pertumbuhan tanaman yaitu dengan menggunakan hormon dan zat penghambat.

Pengendalian pertumbuhan tanaman dengan menggunakan hormon dilakukan sesuai dengan tahapan pertumbuhan yang terjadi.  Misalnya pada tahap awal menanam tanaman di vertikal garden maka agar tanaman cepat beradaptasi dan tumbuh di media vertikal garden maka pada media dapat kita berikan hormon auksin dengan kombinasi NAA 2 mg /l dan IBA 2 m/l, dan pada saat pertumbuhan tanaman agar rimbun maka dapat kita berikan hormon sitokinin dengan dosisi yang cukup tinggi agar percabanganya banyak dan tanaman menjadi lebih rimbun, maka dapat kita tambahkan hormon sitokinin BAP 2 mg/l, TDZ 0,1 mg/l.  Dan untuk membuat tanaman menjadi kompak kekar subur dan tidak ”njelulur” maka dapat kita tambahkan zat penghambat Paclobutrazol di dalam media cair dengan konsentrasi 0,5 mg/l.                 

8.  Umur yang pendek pada tanaman vertikal garden

Umur yang pendek pada tanaman vertikal garden akibat kondisi ekstrim dan tidak nyaman bagi pertumbuhan tanaman, membuat sel menjadi cepat tua, sehingga lambat laun fungsi organ sel akan semakin berkurang dan pad akhirnya akan menyebabkan kematian.  Atau kondisi ekstrim yang ada yang membuat keseimbangan asupan energi dan operasional menjadi tidak seimbang akan membuat tanaman akan merontokkan daun dan lambat laun tanaman akan menjadi gersang, kurus dan pada akhirnya mati.  Oleh sebab itulah maka perlu diantisipasi. Untuk itu perlu dilakukan beberap hal sebagai berikut:
  1. Antisipasi kondisi lingkungan yang ekstrim tersebut dengan: mengurangi sinar yang masuk, mengurangi kecepatan angin, meningkatkan kelembaban secara rutin.
  2. Membantu mengarahkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman sesuai dengan kebutuhan.
  3. Menjaga agr dominasi pertumbuhan tetap pada kondisi viablitias tinggi/ jouvenil dengan membuat ramuan dominasi Sitokini BAP 2 mg/l, TDZ 0,5 mg/l, GA3 0,5 mg/l,  vitamin lengkap BI, B2 B6 B12, dan vit E. serta Asam amino  

Penutup
Vertikal garden merupakan salah satu teknik budidaya secara vertikal yang masih memerlukan kreativitas dan inovasi agar lebih efisien dan ektif dalam mengartur pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Teruslah berkreasi, vertikal garden dapat dibuat dengan tema dan menggunakan tanaman tertentu seperti khusus anggrek, khusus pohon, khusus lumut, khusus bromelia atau mungkin dengan bambu (wah sesuatu yang menarik untuk di perhatikan atau ide-ide lainnya yang orisinil. Semoga tulisan ini memberikan motivaiuntuk dapat berbudidaya dengan lebih baik lagi. Terimakasih
Bogor, 28 April 2013.

You Might Also Like

0 comments