REVOLUSI BUDIDAYA SINGKONG /CASSAVA (Manihot esculenta)

By 2:50 PM





Oleh
Edhi Sandra
  1. Pemilik Esha Flora
  2. Kepala Unit Kultur Jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
  3. Kepala Laboratorium Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB Bogor

Pendahuluan

Kita kenal lirik lagu : ” Tongkat kayu jadi tanaman..” Hal inimenggambarkan betapa subur dan mendukungnya kondisi di Indonesia untukberbudidaya. Tongkat kayu (setekan batang singkong) ditancapkan saja maka dapattumbuh dengan sendirinya. Teknik budidaya konvensional ini masih banyakdilakukan oleh para petani Indonesia.
            Kemajuan dalam teknikbudidaya singkong awalnya hanyalah dilakukannya pengolahan tanah danpemupukan.  Paling hanya itu yang telah dilakukanoleh pada umumnya para petani di Indonesia. Bahkan dalam budidayanya seringkali dicampur aduk antara memanen daunsebagai lalab atau untuk dibuat sayur dengan memanen umbi kayunya.  Dalam kondisi seperti itu produktivitassangat tergantung pada kondisi dan kesuburan tanah serta kondisi iklim danlingkungan tempat budidaya.
            Pada awalnya pemecahanmasalah dilandasi pada keterbatasan lingkungan, misalnya karenaketerbatasan kondisi air dan hara maka pertumbuhan batang dan daun yang tumbuhdibatasi hanya satu dan dua batang, demikian pula dengan akar sebagai calonumbi kayu dibatasi agar akar tidak terlalu banyak sehingga alokasi makanandapat difokuskan pada beberapa umbi kayu yang ada.  Pada kondisi ini maka strateginya adalahberhasil berbudidaya dengan keterbatasan lingkungan yang ada.  Jadi kondisi lingkungan menjadi pembatasdalam produktivitas umbi kayu.
            Semakin hari makapemahaman dan pengetahuan tentang fisiologi tumbuhan, proses biologi danlingkungan maka manusia sudah lebih pandai dalam memodifikasi kondisilingkungan agar dapat menunjang pertumbuhan tanaman dengan lebih baik.  Hal inilah yang akan dibahas dalam makalahini sehingga produktivitas singkong yang awalnya hanya dapat berkisar 20 -40ton / hektar, maka saat ini sudah mulai banyak yang dapat melakukan budidayasingkong dengan produktivitas  60 -100ton.  Bahkan baru-baru ini ada yangmengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan 600-800 ton per hektar.  Dalam makalah ini saya hanya ingin menguraikanbahwa bila semua faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sertaberbagai perlakuan yang dapat meningkatkan produktivitas dilakukan makahasilnya akan sangat menakjubkan.
            Saya akan berusahamenguraikan dari segi fisiologi tumbuhan dan perlakuan-perlakuan yang dapatmeningkatkan pertumbuhan dan produktivitas singkong yang dihasilkan.

Prinsip Dasar

Kembali kita harus ke teori dasar bahwa hasil akhir (Produktivitas)tergantung pada Genetika tanaman, kondisi lingkungan serta manajemen budidaya.

            Produktivitas  =   Genetik    +    Lingkungan   +    Manajemen



Genetika Singkong

Ada beberapa varitas singkong yang sudah dikenal banyak petani sebagaivaritas singkong yang baik yaitu : singkong Darrul hidayah, singkong manggusuper, singkong kasesat (varitas singkong dari Thailand) dll. Disamping ituuntuk meningkatkan produktivitas maka dapat juga dilakukan sambungan, yaitumenggabungkan sifat positif dari dua varitas yang berbeda: misalnyamenggabungkan varitas singkong di atas sebagai batang bawah (karena umbinyayang akan dikonsumsi) dan ’entris’ bagian atas disambung dengan singkong karet.Penggabungan kedua varitas singkong ini akan dapat mempengaruhi pertumbuhan danproduktivitas dari singkong yang dihasilkannya. Disamping itu dapat pula dilakukan penyilangan varitas unggul melaluipenyerbukan bunganya, dan ada juga yang melakukan pemuliaan yaitu dengancara melakukan poliploid (melipat gandakan kromosomnya) sehingga menghasilkanvaritas yang raksasa.

Lingkungan

Beberapa peubah lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitasadalah: 
1.           Sinar matahari harus full dari pagi sampai sore jangan sampai ada yangmenghalanginya. 
2.           Ketersediaan air yang mencukupi selama dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman, tapi dalam halini tidak kebanjiran atau terendam air.
3.           Kondisi tanah yangbaik dari segi fisik (pourositas, daya pegang air, lembut dan stabil)kondisi fisik yang baik akan menghasilkan : ketersediaan oksigen yang memadai,ketersediaan air yang mencukupi, kondisi fisik yang nyaman untuk pertumbuhantanaman, stabil untuk tempat berdirinya tanaman.
4.           Kondisi tanah yang baik dari segi kimia (ketersediaan unsur hara yang lengkap danmencukupi, ketersediaan bahan organik yang lengkap dan mencukupi.
5.           Kombinasi kelembaban dan angin yang pas sangat membantu proses transpirasisehingga dapat menghasilkan proses fotosintesis dengan baik.

Manajemen

1. Pembuatan Bibit

Berasal dari Varitas yang Baik

Sebaiknya bahan setek singkong yang digunakan adalah setek batang singkongyang berasal dari varitas yang baik atau merupakan varitas yang sudahdimuliakan.

Diameter optimal Stek

Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari setek batang singkong yangukuran diameternya sudah mencapai ukuran optimal dari varitasnya, tapiusahakan umurnya muda atau dewasa. Setek batang singkong yang berasal daribatang singkong yang telah tua akan mempengaruhi pertumbuhan akar yangcenderung kerdil dan lambat pertumbuhannya

Panjang Stek Batang

Panjang setek batang akan mempengaruhi ketersediaan cadangan makanan yangtersedia di dalam setek batang tersebut. Cadangan makanan yang ada akandipergunakan sebagai energi awal yang akan digunakan oleh setek batang tersebutuntuk menumbuhkan akar dan daun sampai setek tersebut dapat mandiri, dapatmelakukan penyerapan unsur hara sendiri dari tanah serta dapat melakukanfotosintesis dengan baik.
            Selain untuk kepentingancadangan makanan yang baik maka panjang stek harus memadai untuk pertumbuhanakar dan daun, misalnya jumlah titik tumbuh (mata tunas) untuk perakarandicadangkan 5 – 10  mata tunas dan yanguntuk tumbuhnya tunas atau daun juga 5 mata tunas juga maka jumlah mata tunasyang diperlukan untuk satu stek adalah 10 mata tunas

Kondisi Potongan Stek

Sebaiknya stek dipotong dengan menggunakan pisau yang sangat tajamagar permukaan potongan tidak banyak mengalami kehancuran sel yang sangatberbahaya dalam mengundang inveksi penyakit, dan memperlambat penyembuhan luka.Sebaiknya posisi potongan sedemikian rupa sehingga luas permukaan yang lukasedikit mungkin.  Pemotongan dilakukan didaerah yang bersih, sirkulasi udara yang baik serta kondisi cuaca yang cerahsehingga luka cepat kering, hal ini sangat penting agar stek tidak terinfeksipenyakit.
            Bila dimungkinkan adabaiknya juga bila permukaan luka tersebut diolesi dengan fungisida serbuk(langsung dengan serbuknya) hal ini akan membantu mempercepat pengeringan lukasekaligus menutup luka dari peluang masuknya penyakit.

Penanganan Stek

Seringkali bila menangani bibit stekan dalam jumlah yang sangat besar makaseringkali penangannya menjadi ceroboh dan tidak hati-hati, baik padasaat mengumpukan atau mengikat sehingga banyak bagian stek batang yang lecetdan luka, hal ini juga dapat menyebabkan masuknya penyakit. Menumpuk stek dalamjumlah besar sehingga menyebabkan stek menjadi kurang mendapatkan oksigen dan kelembabanterlalu tinggi sehingga terjadi pertumbuhan jamur dan bakteri yang tidakdiinginkan



2. Perendaman Stek Batang

Stek batang mengandung cadangan makanan, stek batang juga memiliki titiktumbuh / mata tunas tapi masih bersifat dorman. Stek batang hanya memiliki sedikit hormon yang kebetulan terdapat padastek batang tersebut, sementara untuk tumbuh diperlukan hormon. Energinyasudah ada dari cadangan makanan yang tersedia, tapi hormonnya tidak memadaioleh sebab itulah maka kita perlu memberikan dari luar asupan hormon yangdiperlukan untuk pertumbuhannya
Dalam hal ini diperlukan hormon untuk menumbuhkanakar, tunas dan daun dan diusahakan pertumbuhannya cepat.  Untuk itu secara teoritis kita harusmemberikan hormon akar (kelompok hormon auksin seperti hormon IAA, atau IBAatau NAA) dan untuk menumbuhkan tunas dan daun (perlu diberikan kelompok hormonsitokinin seperti BAP, kinetin, TDZ). Dan untuk mempercepat pertumbuhan dapat diberikan hormon yang dapatmeningkakan pembelahan sel yaitu hormon Giberelin.  Dalam penerapannya bisa di berikan secaraterpisah, isalnya bagian bawah direndam dengan hormon akar dan untukmerangsang tumbuhnya tunas dengan hormon tunas. Dan semuanya disemprotkangiberelin agar pertumbuhan akar dan tunas menjadi lebih cepat.
Dapat juga dilakukan dengan cara menggabungkanketiga hormon tersebut dengan komposisi misalnya: komposisi hormon akar dantunas seimbang dan ditambah dengan hormon giberelin (auksin 40 : sitokinin 40 :giberelin 20). Sebaiknya digunakan hormon yang pro analis sehingga kita dapatmembuat perbandingan dengan lebih akurat, dan konsentrasi yang dapat dibuatadalah auksin 20 mg/l, sitokinin 20 mg/l dan giberelin 10 mg/l. Dan dalam halini setekan direndam seluruhnya sehingga larutan hormon dapat lebih meresapkedalam stek tersebut, hal ini akan membuat cadangan hormon di dalam stekmenjadi lebih banyak dan memadai untuk menunjang pertumbuhan akar dan tunas.Setelah direndam dalam larutan hormon tersebut maka stek ditanam.

Persiapan Lahan

Prinsipnya adalah seberapa banyak panen yang kita inginkan, dan jumlahtersebut membutuhkan ruang di dalam tanah seberapa luas, maka seluas itulahkita perlu mengolah tanah agar pertumbuhan singkong dapat optimal.  Bila ternyata satu tanaman singkongmembutuhkan ruang media tanam seluas satu meter ke bawah dan satu meterkesamping maka seluas itu pula kita harus mengolah media tanamnya, dibuatagar gembur, aerasi bagus, daya pegang air tinggi, dan makanan organik danmineral terpenuhi dengan optimal.
Ketersediaan air di dalam media tanam yang memadaitapi juga tidak membuat media tanam tersebut menjadi becek atau  ”ngembeng/ tergenang” adalah sangat penting. Air merupakan faktor yang sangatmenentukan di dalam produktivitas. Keberadaan bahan organik sangat membantu dalam meningkatkan kemampuanmemegang air.  Bisa juga dengan carameramu dengan media yang mempunyai daya pegang air yang tinggi seperti cocopit,mos ataupun bahan sintetik seperti vermikulit dll.
Keberadaan air yang memadai secara kontinu sangat menentukan produktivitas,hal ini sesuai dengan proses fotosintesis:

           

                                                            Sinar matahari
6CO2  +  6H2O      -----------------------------à  C6H12O6  + 6O2
                                                            klorofil
           
dari gambaran di atas terlihat bahwa ketersediaan air sangat penting,demikian pula dengan CO2 dibantu sinar matahari dan klorofil.  Jadi faktor-faktor tersebut : air,karbondioksida, sinar matahari dan klorofil (butir hijau daun) harus kitaoptimalkan. Semakin optimal kita menyediakan faktor-faktor tersebut makaakan semakin optimal produktivitas yang dihasilkan.

Hasil Fotosintesis untuk apa?

Dalam fotosintesis terlihat bahwa metabolisme tersebut menghasilkan  oksigen, gula (karbohidrat) dan energi.  Hasil inilah yang kemudian di pakai untukmembiayai semua proses metabolisme dan pertumbuhan tanaman singkong.  Tanaman singkong akan mulai menabung hasilfotosintesisnya bila semua biaya operasional pertumbuhannya sudah terbiayai,maka kalau ada sisa, maka sisa tersebut akan ditabung di akar yang berperansebagai penampungan cadangan makanan ”ubi” (singkong).  Tanaman singkong akan dapat menabung banyakbila faktor-faktor produksi optimal, biaya operasional metabolisme danpertumbuhan rendah, maka sisanya akan banyak dan ditabung.
Seringkali biaya operasional metabolisme dan pertumbuhan tidak efisien atausalah arah (menurut sudut pandang manusia/penanam), misalnya energi dipakaiuntuk membiayai organ atau sel atau jaringan yang tidak produktif tapi memintajatah energi untuk hidupnya sel-sel tersebut, contoh adalah daun yang terdapatdibagian bawah tajuk yang tidak mendapat sinar maka, ia tidak dapatberfotosintesis tapi tetap perlu energi untuk respirasi / hidup. Bagianjaringan yang sakit akan membutuhkan energi untuk mempertahankan diri dariinfeksi penyakit, sehingga banyak energi terpakai sia-sia (dari sudut matamanusia)
Dalam kita memodifikasi atau menjawab permasalahanmaka diusahakan mencari alternatif yang tidak mengurangi produktivitas. Misalnya: agar energi tidak terpakaisia-sia maka daun di bagian bawah tajuk dibuang, hal ini disatu sisi adalahbenar tapi disisi lain mengurangi jumlah produksi karena sebenarnya daunmengandung klorofil yang sangat penting dalam proses fotosintesis. Jadi kalau”dapur” untuk memasak dikurangi maka jumlah masalkan juga akan berkurang. Olehsebab itu maka alternatif pemecahan masalah bukannya mengurangi jumlah daun,tapi bagaimana caranya agar sinar dapat mencapai daun di bagian bawah tajuk,apapun caranya misalnya memberikan reflektor agar sinar dapat memantul daribagian bawah sehingga sinar dapat mengenai daun bagian bawah. Hal ini akanmenambah jumlah daun yang dapat berfotosintesis. Atau yang mudah adalah merenggangkanjarak tanam agar sinar dapat masuk ke daun bagian bawah.
Kondisi media tanam yang gembur, tidak keras dan padat akan membuatpertumbuhan lebih mudah, hal ini akan membuat efisien energi yang diperlukanuntuk menumbuhkan ubi tersebut, sehingga jumlah cadangan makanan yang akandisimpan dapat lebih banyak.
Demikian pula bila pertumbuhan yang lebih cepat (dengan memberihormon yang dapat mempercepat pembelahan dan pembesaran sel ) maka operasionalakan hemat waktu dan pada akhirnya akan menghemat energi.  Pemberian hormon dengan pengaturanpertumbuhan sehingga akar lebih banyak dan besar daun lebih besar dan hijaumaka sudah pasti akan lebih mengefisienkan biaya operasional dan mengoptimalkanjumlah energi dan cadangan makanan yang dapat ditabung.

Bahan organik Dan Makanan Siap pakai

Dalam proses fotosintesis terlihat bahwa yangdibutuhkan hanya air dan karbondioksida untuk menghasilkan glukosa ataukarbohidrat (dan oksigen) dibantu oleh sinar matahari dan klorofil. Lalu pertanyaannya buat apa pupuk kandang, kompos dan media tanamlainnya?  Kesemuanya diperlukan untuktumbuh dan berkembangnya tanaman singkong tersebut.  Tumbuh berkembangnya tanaman singkongmembutuhkan berbagai macam bahan baku yang sangat beragam.


Pertumbuhan Tanaman Singkong

Pertumbuhan tanaman sebenarnya dapatdisederhanakan menjadi 3 kegiatan pada level sel, yaitu membelah, membesar danmenebal (kuantitatif).  Bertambahnya jumlah sel berarti memerlukanbahan-bahan untuk membentuk sel, termasuk organel-organel sel (wah ...maaftambah rumit ya bahasanya...) intinya pertumbuhan membutuhkan berbagai zatuntuk tumbuh mulai dari unsur hara sampai pada bahan organik dasar maupun organikkompleks.  Proses pembuatan organik dasardari bahan baku anorganik yang ada ditanah saja sudah membutuhkan waktu danenergi, belum lagi kalau unsur hara tersebut tidak terdapat pada media. Dandari organik dasar ke organik kompleks juga diperlukan waktu, energi danzat-zat yang khusus juga.   Bilakebutuhan untuk itu banyak yang tersendat dan tidak optimal maka pertumbuhantidak akan optimal.
Penyediaan bahan organik yang siap pakai (bahan organik yang sudah diuraikansampai pada level terendah) sehingga bisa digunakan oleh tanaman secaralangsung merupakan hal yang sangat membantu pertumbuhan tanaman singkong.  Oleh sebab itulah pembuatan bahan organikyang sudah di uraikan (banyak orang mengistilahkan sudah difermentasi, padahaltidak semuanya bersifat fermentasi).
Demikian pula bila kita mampu energi yang siap menyediakan sumber pakai,misalnya dalam hal ini glukosa atau gula sederhana maka tumbuhan dapat langsungmemakai atau bahkan dapat langsung di konversi dan di simpan bila berlebih.
Penyediaan semua kebutuhan zat yang diperlukan oleh tanaman adalah sangatperlu, seringkali media tanah tempat tanam tidak memiliki kelengkapan zat yangdiperlukan, jadi wajib kita menambahkan zat yang diperlukan yang sudah siappakai yaitu bahan organik terendah tersebut.
Menyediakan makanan yang memadai bukan karena piringnya yang besar tapilebih pada suplai bahan makanan yang lengkap dan bergizi yang lebih perludiperhatikan.  Suplai bahan makanan yangbergizi inilah yang harus kita sedikan di media tanam tempat kita menanamsingkong.

Peranan Teknologi Budidaya

Dalam hal ini teknologi budidaya diarahkan agar pertumbuhan mejadiefisien dan efektif serta produktivitas dapat optimal. Teknologi dalam halini berkaitan dengan kegiatan modifikasi dan kreatifitas dalam mengarahkansemua faktor pertumbuhan ke arah yang optimal. Untuk itu dalam pelaksanaannyadiperlukan pengaturan kondisi dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, semuadibuat dan diarahkan pada pertumbuhan yang optimal.
Dalam pengendalian pertumbuhan tanaman agar tidak mengarah ke pertumbuhanyang tidak diinginkan, dan kita dapat lebih mengoptimalkan pada pertumbuhanyang kita inginkan dalam rangka menghasilkan produktivitas yang tinggi, hal inidapat dilakukan pada saat:
  1. Mempercepat pertumbuhan akar dan daun agar bibit tanaman singkong lebih cepat eksis dan mandiri pada saat bibit. (hormon auksin dan sitokinin)
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman singkong agar jumlah daun tinggi ”dapur” untuk menghasilkan makanan besar. Dalam hal ini dapat di beri makanan yang sesuai untuk pertumbuhan vegetatif (dalam bentuk unsur hara adalah unsur N (nitrogen).  Unsur hara ini diperlukan untuk membentuk organel sel seperti inti sel, asam amino dll. (pemberian hormon sitokinin dan bahan organik & NPK)
  3. Merubah alokasi aliran makanan dari vegetatif ke arah pengisian cadangan makanan ke dalam ubi. Untuk ini perlu kita bantu mengalihkan alokasi makanan dengan dominasi hormon tertentu agar pertumbuhan vegetatif dikurangi dan porsi pengisian cadangan makanan ke ubi ditinggikan. (zat penghambat dan hormon auksin)
  4. membantu mempercepat dan memperbesar kapasitas daya tampung ubi sehingga ubi bisa tumbuh besar dan banyak. (hormon untuk pembesaran dan memperbanyak umbi)

Mengurangi Hambatan Fisiologis Bibit Stek

Tumbuhnya tunas dan akar dari titik tumbuh setek batang singkongmenyebabkan aliran unsur hara dan makanan tidak selancar dan sebaik bila akardan batang berasal dari biji, tumbuh serasi dari akar, batang daun.  Hal ini penting dalam suplai bahan makanandari akar maupun sebaliknya menyimpan cadangan makanan dari daun ke ubi. Dan umursel  bahan stek yang digunakan akanmenjadi sangat tua (untuk umur sel dan jaringan) sehingga tidak optimaldalam mendukung pertumbuhan tunas dan akar yang baru.  Sebaik apapun pertumbuhan akar dan daun makapada saat melewati batang stek yang sudah tua maka akan terhambat, akan lebihbaik bila tunas batang yang baru memiliki akar langsung dari batang barutersebut, hal ini akan membuat aliran bahan makanan maupun cadanganmakanan akan lebih lancar. Dan jumlah akar yang dapat dijadikan ubi akansemakin banyak.
Oleh sebab itulah pada saat stek sudah menumbuhkan beberapa batang baru dansudah tumbuh tinggi, maka batang yang sudah tumbuh tersebut, di urug lagidengan media tanam yang subur sampai beberapa mata tunas dari batang yangtumbuh tersebut terurug media tanam. Titik tumbuh dari batang yang terurug media tanam tersebut diberi hormonakar sehingga menumbuhkan akar-akar baru yang panjang banyak, hal ini dapatmeningkatkan jumlah ubi yang dihasilkan.

Mengalokasikan Hasil Fotosintesis ke ArahPengisian Umbi Singkong

Pada saat tajuk atau jumlah daun sudah cukupbanyak dalam menghasilkan makanan, maka pertumbuhan vegetatif tajuksebaiknya dihentikan atau di hambat, dan alokasi makanan sebagian besar di arahkanpada pengisian dan pembesaran umbi singkong.  Untuk itu bisa dilakukan pemangkasan pucukdaun singkong dan diolesi dengan tepung atau gel yang sudah diberi zatpenghambat tumbuh (Packlobutrazol dosis 500 mg/l).  Dan untuk dapat mengarahkan makanan ke arahakar maka di semprot dengan hormon akar dan pengisian atau pembesaran organ.Bisa digunakan gabungan hormon IBA 2 mg/l, NAA 2 mg/l dan 2,4 D 2 mg/l, GA32 mg/l.  Disamping hormon maka dapat ditambahkan KNO3 sebanyak 2 g/l.  Ramuan hormon ini diberikan atau disemprotkan ke akar, penyemprotandilakukan dengan interval sekitar seminggu 3 kali. Proses penghambatanvegetatif tajuk sebaiknya diakhir dari pertumbuhan tanaman singkong (sampaimasa panen), sebaiknya tidak lebih dari 3-4 bulan.

Demikian uraiantulisan ini mohon maaf bila kurang jelas. Semoga bermanfaat.
Terima kasih

Bogor, 18 April2013
Edhi sandra
fb : edhi sandra (edhisms@gmail.com)
            edhi_sandra@yahoo.co.id




singkonggajah.worldpress.comsingkonggajah.worldpress.comheropurba.blogspot.comheropurba.blogspot.comkopidulu.blogspot.comkopidulu.blogspot.comcybex.deptan.go.idcybex.deptan.go.idperkebunansingkongmanggu.blogspot.comperkebunansingkongmanggu.blogspot.com

You Might Also Like

0 comments