Pembuatan Kompos

By 2:48 PM




Oleh
Ir. Edhi SandraMSi
Ir. Hapsiati
&


Ruang LingkupMateri

Pendahuluan
PenyamaanPersepsi dan Deskripsi
PupukOrganik Dari Limbah Organik
PenguraianBahan Organik
PenguraianSerasah Tumbuhan menjadi Kompos
PeranManusia Yang dapat Dilakukan dalam Pembuatan Pupuk Organik
TeknologiPembuatan Kompos Secara Konvensional Tapi Dengan Asupan Teknologi
FinishingPupuk Kompos.
MembuatPupuk Kompos Dengan Tujuan Tertentu
Pupukkompos Untuk Tabulampot 
PupukKompos Untuk Tanaman Sayuran
PupukKompos Untuk Mencerahkan Warna Daun Tanaman Hias
PupukKompos Untuk Pembungaan Tanaman Bunga


Pendahuluan

Pemanfaatanlimbah yang terdapat di sekitar kita serta meningkatkan kesuburan tanamanmerupakan dua capaian yang dapat disinergikan dalam proses pelaksanaannya.  Ditambah dengan semakin mahalnya harga pupukdan obat-obatan membuat nilai “Kompos” menjadi sangat penting. Keuntungan yangdi dapat adalah: 1. mengurangi limbah yang dihasilkan oleh lingkungan dankeluarga, 2. Mendapatkan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan tanamandengan harga murah karena dapat buat sendiri, 3. Hasil produksi tanaman menjadi meningkat.

Olehsebab itulah meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga di dalam mengolahlimbah baik dari lingkungan sekitar dan rumah tangga dan membuatnya menjadipupuk organik yang berkualitas dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadisangat penting. Oleh sebab itulah Dinas Pertanian Tangerang Selatan bekerjasamadengan Esha Flora Plant and Tissue Culture melakukan pelatihan pembuatan kompospadat dengan tujuan agar Ibu-ibu dapat membuat kompos sederhana dari lingkungansekitar.

PenyamaanPersepsi dan Deskripsi

Sebelummasuk ke dalam materi pembahasan mari kita samakan persepsi pada kata-kata yangakan digunakan.

Limbah

Limbahadalah sesuatu yang sudah tidak digunakan lagi, merupakan sisa dari suatuproses.
Limbahtumbuhan adalah serasah atau ranting dan sisa-sisa atau bagian tumbuhan yangtelah mati.
Limbahdapur adalah sisa-sisa bahan-bahan masakan dan sisa makanan yang tidak dimakan.
Limbahrumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh suatu rumah tangga, sepertibotol-botol bekas, plastik, barang-barang bekas dll.
Limbahkandang adalah limbah yang berasal dari kotoran hewan yang kita piara, berupakotoran burung, kotoran kucing, kotoran ayam, kambing, sapi. dll

Bahan Organik

Adalahbahan-bahan yang berasal dari mahluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupunmanusia.

Pupuk Organik

Pupukyang terbuat dari bahan-bahan organik, bisa yang di dapat dari limbah atau memangsengaja dari bahan organik yang masih baik untuk dibuat pupuk organik agarkandungan pupuk organik menjadi lengkap untuk kebutuhan tanaman.


Pupuk OrganikDari Limbah Organik

Beragamnyapupuk organik disebabkan karena beragamnya bahan organik yang dapat dibuatpupuk. Dalam pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk maka dikenal beberapaistilah yaitu:
Kompos adalah pupuk organikyang sudah diuraikan dan yang berasal dari limbah tumbuhan (serasah pohon)
Pupuk kandang adalah pupukorganik yang berasal dari kotoran hewan yang sudah diuraikan (sapi, kambing,kerbau)
Kascing adalah pupukorganik yang bahan bakunya adalah kotoran hewan yang diuraikan kembali olehcacing.
Guano adalah pupukorganik yang berasal dari kotoran kelelawar yang telah terurai.
Pupuk Kotoran Rayap adalah pupukorganik yang berasal dari kotoran atau limbah rayap.
Pupuk kotoran  Semut adalah pupuk organik yang berasal darilimbah atau rumah semut hutan
Pupuk RumahTawonadalah pupuk organik yang berasal dari rumah tawon hutan
Pupuk OrganikLimbah Manusiaadalah pupuk organic yang berasal dari kotoran manusia baik cair maupun padat.

Pupuk

Definisipupuk yang dimaksudkan dalam hal ini adalah semua “bahan makanan” yangdibutuhkan oleh tumbuhan baik yang berasal dari bahan organik maupun bahan anorganikmaupun “sintetik”  buatan manusia.

Penguraian bahanOrganik

Bahanorganik akan dapat menjadi dan berfungsi menjadi pupuk kalau sudah diuraikan.Bila masih dalam bentuk sisa-sisa bahan organik besar maka tumbuhan tidak akandapat menyerap dan menggunakannya sebagai bahan makanan. Untuk menguraikanmenjadi bahan-bahan yang dapat diserap oleh tumbuhan maka dapat dilakukanbeberapa cara:
1.     Secara mekanik denganmenggunakan “mesin” yang dapat dilakukan oleh manusia, pisau, golok, gunting,alat penghancur serasah (mesin pembuat kompos) sampai pada ukuran sekecilmungkin yang bisa dilakukan.
2.     Melalui prosesmetabolisme Mahluk hidup seperti di makan sapi, kambing, kerbau, manusiadll. Sisa hasil metabolisme akan berupa bahan organic yang sudah lebih kecildan sudah lebih terurai. Sisa hasil metabolism hewan ini masih bisa diuraikanlebih lanjt lagi oleh rayap, cacing, semut (kelompok makroba) dll.
3.      Melalui proses penguraian dari jamur/cendawan,bakteri (mikroba).
4.     Melaluiproses kimia organik khusus yaitu “enzim”untuk menguraikan bahan-bahan organik khusus. Misalnya enzim amylase menguraikan karbohidrat menjadi gula, enzim protease menguraikan proteinmenjadi asam amino, enzim lipasemenguraikan lemak menjadi asam lemak, enzimselulase menguraikan selulosa menjadi karbohidrat. Enzim ligninasemenguraikan lignin menjadi bahan organic yang lebih sederhana.


PenguraianSerasah Tumbuhan menjadi Kompos

Serasahdedaunan dan limbah hasil pemangkasan tanaman di sekitar rumah dapat dijadikanpupuk kompos. Jaman dahulu kompos secara sederhana di tumpuk di sekitar pangkalbatang pohon. Dengan adanya penumpukan serasah dedauan dan limbah pangkasantanaman, maka terjadi proses pembusukan oleh mikroba baik jamur maupun bakterisecara alami seusai dengan jamur dan cendawan yang terdapat di situ denganjenis dan jumlah yang terbatas dan kondisi pembusukan juga tergantung padakelembaban dan suhu yang terjadi setiap harinya, padahal untuk prosespembusukan memerlukan kondisi kelembaban yang cukup tinggi dengan suhu yangrelative hangat.

Danjuga karena serasah dan sisa pangkasan tanaman merupakan bahan yang masihberukuran besar bagi mikroba, maka hanya bagian-bagian tertentu saja yang mudahdan dapat terurai, sedang yang masih berupa “prongkolan” bahan tanaman yangmasih berukuran besar maka akan terurai dalam “waktu yang lebih lama dan bertahap”(jadi pada saat itu belum siap atau belum dapat digunakan oleh tanaman).

Serasah danlimbah pangkasan tanaman terdiri dari bahan organic yang bahan penyusunyaadalah kayu (selulosa, hemiselulosa, lignin), karbohidrat dan organel sel yangmengandung protein, lemak vitamin dan mineral. Oleh sebab itulah makapenguraian serasah dan bahan pangkasan tanaman sangat tergantung padakeberadaan dari mikroba yang dapat menguraikan bahan-bahan organik tersebut.

Itulahsebabnya kompos yang diuraikan secara konvensional dan alami mengalami prosespembusukan yang relative lambat dan bertahap sehingga bila dikaitkan dengankebutuhan bahan makanan dari tanaman yang relative banyak maka dalam kasus iniakan sangat kekurangan. Oleh sebab itulah maka pupuk kompos atau organiklainnya yang proses penguraiannya diserahkan pada alam secara konvensional hasilnyaakan lambat.
Akantetapi berbeda halnya bila kita (manusia dengan ilmu dan teknologi) mampumembantu proses pembuatan pupuk organic dari bahan serasah maupun bahan organiclainnya.


Peran ManusiaYang dapat Dilakukan dalam Pembuatan Pupuk Organik

1.     Membantumenghancurkan, merajang dan menghaluskan bahan serasah atau limbah pangkasantanaman menjadi ukuran yang sangat kecil yang dapat dilakukan, bahkan akanlebih baik bila dapat dihancurkan dalam bentuk bubur, agar prosesnya langsungdapat dikerjakan oleh mikroba. Hal ini kelihatan membutuhkaninvestasi yang besar tapi sebenarnya untuk jangka panjang maka akan memotongwaktu penguraian menjadi sangat cepat dan jumlah besar dan hasil yang di dapatmenjadi sangat banyak dan seragam, semua terurai menjadi bahan organic dasarseluruhnya yang dapat langsung digunakan oleh tanaman. Dengan demikian waktuproduksi pupuk organik lebih cepat, hasil lebih berkualitas, produktivitastanaman akan meningkat pesat.

2.     Setelahbahan baku pembuat pupuk organic sudah dalam bentuk serbuk halus atau larutanbubur bahan organic, maka selanjutnya di berigabungan stater mikroba yang dapat menguraikan komponen organik yang dibutuhkan.Komponen yang perlu diuraikan adalah: selulosa, lignin, lemak, protein,karbohidrat. Gabungan mikroba lengkapdiberikan dalam jumlah yang “banyak” atau “berlebih” untuk jumlah bahanbaku organic yang diberikan sehingga bahan baku organic yang berupa serbuk ataularutan kental tersebut akan terurai semuanya dalam waktu yang relative singkatdan seragam, sempurna menjadi bahan makanan berupa organic dasar yang siap diserap dan digunakan oleh tanaman. Agar dapat memberikan gabungan mikroba yanglengkap dan banyak, maka tidak akan ekonomis bila tidak buat sendiri. Danmembuatnya sebenarnya mudah, yang penting semua kebutuhan untukberkembangbiaknya mikroba kita sediakan semua.

3.     Melengkapiramuan pupuk organic dengan komponen yang belum ada di dalam bahan baku bahanorganic yang diolah.Misalnya untuk bahan baku organic berupa serasah dedaunan maka akan lebihbaik  bila di tambah, pupuk kandang,pupuk protein (dari libah tongkol, atau terasi, rebon, peteis, jeroan), pupukorganic buah-buahan dan sayuran berwarna (terutama sebagai suplai vitamin,enzim dan mineral). Jadi sama seperti pada manusia maka kita harus “menyediakan4 sehat 5 sempurnanya untuk manusia”. Dalampupuk organic juga perlu kita sediakan tambahan sumber energy instan berupa:madu, atau gula atau sari kurma, atau molase (tetes tebu). Disamping itujuga perlu mineral dan unsure hara untuk menambah kebutuhan hara makro dan haramikronya yang akan berperan sebagai kofaktordan koenzim dalam prosesmetabolism. Untuk hal ini bisa juga kita gunakan abu gosok dari bakaran kayu.

4.     Membuat sediaanpupuk organic yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan tanaman. Maksudnya kitadapat menyediakan dalam bentuk serbukhalus yang dapat dicampur dengan media tanam, atau dalam bentuk cair untuk diberikan dalam bentukhidroponik atau disemprotkan keseluruh bagian tanaman, atau dalam bentuk padat,berupa pellet (butiran kecil) atau briket (butiran besar)

5.      Membuat ketersediaan pupuk organic menjadi lebihpanjang (Slow realease atau lambatsuplai) atau tersedia pada waktu yang akan datang tapi diberikannya saat ini (Cancel realease atau tunda suplai). Dan kita dapatmembuatnya sendiri dengan kreasi dan inovasi sendiri yang penting prinsipnyapupuk organik dapat tersuplai lambat atau tertunda suplai. Memang dalam hal inidiperlukan penelitian-penelitian kecil untuk membuatnya.  


TeknologiPembuatan Kompos Secara Konvensional Tapi Dengan Asupan Teknologi
Dalam membuat pupukkompos seringkali masyarakat “malas’ kalau harus merajang dan memotongnyamenjadi ukuran yang lebih kecil. Seringkali yang terjadi mereka hanya menumpukserasah dan pangkasan pohon di suatu tempat. Dan seringkali prose situ hanyalahsekedar membersihkan sampah serasah dan limbah dapur untuk dibuang. Padakondisi seperti ini maka akan lebih baik bila dibuatkan semacam bak baik daribambu maupun apa saja yang dapat menampung serasah dengan lebih baik, bersih,dan rapih. Pisahkan tumpukan sampah serasah yang berupa dedaunan danranting-ranting besar.
Bak sampah dibuatdengan ukuran yang besar agar proses penguraian dapat lebih lama, misalnyaukuran lebar 1,5 x panjang 1,5 x tinggi satu meter. Mengenai ukuran ini bisadisesuaikan dengan kondisi dan tempat yang ada. Bak sampah organik dibuat tiga bak agar dapat digunakan sebagairotasi dalam pembuatan pupuk organik
Prinsipnya adalah semuasampah organik baik serasah, limbah pangkasan pepohonan, bangkai, limbah dapurorganik, sisa makanan, sisa minuman semua dapat dimasukkan dalam bak organictersebut, dijaga agar tidak ada yang memasukkan ke dalam bak organik, limbahselain organic seperti kaleng, plastik, beling, kain dll.
Sampah organikdiratakan setelah sampai pada ketebalan tertentu misalnya sekitar 20 cm makatumpukan sampah organik tersebut di lapisi dengan pupuk kandang, kompos, tanahdan di beri larutan hayati yang bisa dibuat sendiri, lapisan pupukkandang,kompos, tanah dan larutan hayati diberikan dalam jumlah yang memadaisebenarnya semakin banyak semakin baik dalam membantu menguraikan sampahorganik. Jadi minimal tumpukan sampah organik tertutup semua oleh lapisan pupukkandang,kompos, tanah dan larutan hayati. Kemudian dimasukkan lagi sampahorganiknya setiap hari seterusnya sampai ketebalan 20 cm. Lapisi lagi denganpupuk kandang, kompos, tanah dan larutan hayati demikian seterusnya, sehinggadalam hal ini bak organik berperansebagai tempat sampah organik sekaligus tempat untuk menguraikannya menjadikompos atau pupuk organik.
Setiap kali pelapisanpupuk kandang, kompos, tanah dan larutan hayati juga di berikan larutan untukmembantu pengembangan mikroba hayati dalam larutan hayati yaitu: sumber energiberupa madu atau gula, atau ekstrak kurma 1 sendok makan untuk satu liter ditambah dengan neurobion 1 pil untuk 3 liter di gabung dalam satu larutan, jadibila untuk membasahi (tapi jangan sampai basah kuyup) semua sampah oragniktersebut dibutuhkan sekitar 3 liter maka dibuat sumber energi dan neurobion(sumber vitamin) untuk 3 liter.
Setelah satu bak penuhmaka terakhir dilapis dengan pupuk kandang, kompos, tanah dan larutan hayatisetelah itu ditutup. Selanjutnya pergunakan bak yang kedua sebagai tempat untukmenampung sampah organik. Dengan perlakuan yang sama seperti pada bak organikyang pertama. Bila bak yang kedua penuh maka dilanjutkan pada bak yang ketiga,digunakan sebagai tempat sampah organik sekaligus tempat penguraian sampahorganik menjadi pupuk organik. Bila bak sampah ketiga telah penuh, makadiperkirakan umur sampah organik pada bak yang pertama sudah 3 bulan dengandemikian diharapkan sampah organik sudah terurai menjadi pupuk organik.

FinishingPupuk Kompos.
Setelah umur 3 bulanisi kompos dari bak pertama di buka atau dikeluarkan kemudian diaduk sampaimerata. Kemudian dievaluasi bila komposisi pupuk organik terlalu liat ataupadat, maka pupuk kompos tersebut dapat ditambahkan dengan arang sekam dan kokopit dengan takaran sesuai dengan kebutuhan.Komposisi ramuan untuk media tanam pohon buah atau pohon peneduh, maka perluditambahkan dengan komponen pasir dantanah ayak agar ramuan menjadi lebih kompak dan kuat sehingga tanaman tidakmudah goyah. Kemudian diaduk yang rata, kalau mau bagus maka ramuan di ayakdengan saringan dengan ukuran tertentu sehingga seragam, halus dan merata.
Untuk memperkayakandung pupuk organik maka pada ramuan dapat disemprotkan pupuk organik  cair dan pupuk hayati sehingga lebih lengkapdan lebih kaya, stelah itu ramuan dikering anginkan sambil diaduk. Setelahkering angin maka ramuan dikemas yang rapat dan kedap dalam kondisi keringtersebut.

MembuatPupuk Kompos Dengan Tujuan Tertentu
Pada pembuatan pupukkompos tersebut ramuan komposisi pupuk organic atau pupuk kompos belum mengarahpada pertumbuhan tertentu. Jadi sifatnya masih bertujuan membantu pertumbuhantanaman secara umum. Padahal banyak kondisi tertentu diinginkan arahpertumbuhan tanaman yang khusus, misalnya partumbuhan bunga yang baik, besar danbanyak, atau pertumbuhan pohon buah yang berbunga berbuah lebat dan buahnyabesar dan manis, atau pada saat menanam sayuran maka diinginkan arahpertumbuhan daun sayur yang lebat dan sehat.
Untuk itulah maka arahpertumbuhan tersebut perlu diarahkan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Dibawah ini beberapa contoh tujuan tertentu.

Pupukkompos Untuk Tabulampot 
Dalam hal ini yangdiinginkan dalam menanam tanaman tabulampot adalah tanaman tersebut akanberbunga dan berbuah dengan lebat. Oleh sebab itulah maka tujuan pembuatanpupuk kompos juga diarahkan kea rah tujuan tersebut.

PupukKompos Untuk Bibit Tanaman Buah
Bila tabulampotnyamasih ukuran bibit dan harus masih tumbuh vegetatifnya maka arah pertumbuhantanaman tabulampot tersebut adalah kearah pertumbuhan vegetative berupatumbuhnya tanaman pohon buah tersebut dengan perakaran dan pembentukan tajukyang baik. Untuk itu pada pupukkompos ditambahkan:
1.     Hormone auksin dan sitokinin dengankonsentrasi auksin (IBA) 40% sitokinin (BAP 60%. Bisa dengan cara membuatsendiri dari hormone proanalis, atau bisa membuat dari hormone teknis yang adadi toko pertanian, atau membuat juga dari pupuk organik. Midalnya untuk hormonesitokinin bisa didapat dari tanaman antanan, sirih, buncis.
2.     Menambahkan pupuk anorganik NPK yangkandungan Nitrogennya tinggi dengan ukuran 200 g /satu drum (untuk satu tanamantabulampot).
3.     Menambah energi instan berupa gula 30g/l, atau madu 2 ml/l, atau sari korma  2ml/l.
Kesemuanya dicampurkanke dalam pupuk kompos dengan cara disemprotkan sampai merata kemudian dikeringanginkan. Produk ini bisa di pakai sendiri atau bisa juga untuk dikemas dandijual dengan Nama: Pupuk kompos untuk pertumbuhan bibit tanaman buah.

PupukKompos untuk Pembungaan dan Pembuahan Tanaman Tabulampot
Pupuk kompos untuktanaman yang sudah dewasa maka diarahkan untuk pembungaan dan pembuahannya olehsebab itu pada pupuk kompos perlu ditambahkan:
1.     Hormon pembungaan Giberelin (GA3, GA6,GA7) 20 -40 mg/l untuk satu tanaman tabulampot dalam drum. Atau dapatmenggunakan Sasa atau Miwon, Vetsin sebagai derifat hormone giberelin gunakan200 g dilarutkan dalam500 ml air dan diblender sampai larut semua kemudiandicampurkan dalam pupuk kompos. Atau kalau mau membuat dari bahan organik alamimaka hormone giberelin terdapat pada tanaman eceng gondok. Caranya tanamaneceng gondok dirajang halus dan diuraikan dengan mikroba.
2.     Tambahkan pupuk daun lengkap yangkandungan P nya tinggi. Dosis yang digunakan adalah 20 g untuk satu tanamandalam drum.
3.     Tambahkan unsure Cu 2 mg/l untuk satukarung kompos
4.     Tambahkan KNO3  2 g /l gunanya untuk menguatkan pembungaandan pembuahan.
Kesemuannya dilarutkandan ditambahkan ke dalam pupuk kompos tersebut, kalau maulebih kaya lagitambahkan satu karung pupuk kandang dan sumer energy ke dalam ramuan pupukkandang tersebut. Maka diharapkan pupuk kompos tersebut mampu menunjangpertumbuhan tanaman yang sedang memerlukan energi yang sangat banyak untukberbungan dan berbuah.

PupukKompos Untuk Tanaman Hortikultura yang Diambil Bagian Akarnya
Dalam hal ini adalahpupuk kompos yang dapat membantu pertumbuhan tanaman yang bagian akarnya yangakan dipanen, seperti wortel, bangkuang, kentang, umbi jalar, singkong, kacangtanah dll. Untuk itu pada pupuk organic perlu ditambahkan :
1.     Hormon auksin yang bertujuanmeningkatkan pertumbuhan akar atau ke arah akar. Untuk itu dapat diberi hormoneauksin misalnya: IBA,NAA dan 2,4D masing-nmasing 2mg/l disemprotkan ke pupukkompos. Atau bisa juga memberikan kotoran atau urine dari kelinci, kambing yangsudah difermentasi. Atau bisa membuat pupuk organic yang mengandung hormoneauksin seperti tauge, pisang, bayi jagung di Rajang dan di uraikan denganmikroba.
2.     Menambahkan pupuk N tinggi 200 g per karungkompos
3.     Menambahkan unsure Zn 2 mg/l untuk satukarung kompos.
Semua tambahandilarutkan dan disembrotkan secara merata pada pupuk kompos kemudiandikeringanginkan, setelah kering baru dekemas dengan baik.

PupukKompos Untuk Tanaman Sayuran
Pada tanaman sayuranmaka yang akan dipanen adalah dedaunannya. Oleh sebab itu pertumbuhan diarahkanpada pertumbuhan tunas dan daun. Untuk itu pada kompos perlu ditambahkan:
1.     Hormon sitokinin yaitu BAP 2-4 mg/l,kalau bisa juga tambahkan Kinetin 0, 5 mg/l atau TDZ 0,5 mg/l dilarutkan dansemprotkan pada kompos. Atau bisa juga bisa dari bahan organic seperti padapembahsan sebelumnya.
2.     Penambahan KNO3 2 g/l
3.     Tambahkan unsur Br (boron) 2 mg/l.
4.      Tambahkansumber energi (gula 30 g/l atau madu 2 ml/l atau sari koma 2 ml/l) dan vitamin(neurobion 1 pil untuk 3 liter)
Semua dilarutkan dandisemprotkan pada pupuk kompos. Kemudian dikeringanginkan dan dikemas.

PupukKompos Untuk Mencerahkan Warna Daun Tanaman Hias
Agar warna daun daritanaman hias menjadi cerah maka di dalam kompos perlu ditambahkan:
1.     Hormon GA3 0,5 mg/l dalam dosis rendahdan sitokinin 2 mg/l
2.     Tambahkan pepton 200 mg/l atau brandsaripati ayam 2 ml/l
3.     Vitamin neurobion 1 pil / 3 liter air
4.     Fe, Br, Mg dalam dosis rendah.Masing-masing 2 mg/l
5.     KNO3 2 g/l
Semua dilarutkan dandisemprotkan dan dikeringanginkan untuk kemudian dikemas yang baik.

PupukKompos Untuk Pembungaan Tanaman Bunga
Arah pertumbuhan pupukkompos pada tanaman bunga berbeda dengan pembungaan tanaman buah. Pada tanamanbunga pertumbuhan di arahkan pada mendukung proses pembungaan, daya tahan bungadan warna bunga yang cerah. Dan pada tanaman buah diarahkan agar terjadiperkembangan selanjutnya yaitu terjadinya proses pembuahan dan pengisian pentilbuah menjadi buah yang besar dan rasanya “Enak”.
Oleh sebab itu padapupuk kompos tanaman bunga di beri tambahan:
1.     Hormon pembungaan Giberelin (GA3) 2mg/l  atau menggunakan Sasa atau Miwonatau Vetsin dosis 200 g/ atau dengan hormone organic seperti eceng gondok,kacang hijau, buah-buahan.
2.     Penambahan pepton 200 mg/l atau brandsaripati ayam 2ml/l, casein hidrolisat 200 mg/l dan glisin 1 mg/l, neurobion 1pil/ 3liter air.
3.     Penambahan pupuk lengkap dengankandungan P tinggi. Penambahan unsure Cu dan KNO3 teknis sebanyak 2 g/l
Semuanya dilarutkan dandisemprotkan pada pupuk kompos kemudian dikeringanginkan baru kemudian dikemasyang baik.


Sumber foto
2.     agromaret.com
5.     erdwurms.co.za
6.     capetown.olx.co.za




bahan baku organik berupa serasah dari tanaman diolah menjadi kompos dengan proses penghancuran (dibantuoleh manusia untuk mempercepat kinerja mikroba)  dan penguraian oleh mikrobabahan baku organik berupa serasah dari tanaman diolah menjadi kompos dengan proses penghancuran (dibantuoleh manusia untuk mempercepat kinerja mikroba) dan penguraian oleh mikroba
Contoh pengolahan kompos yang mulai banyak muncul di masyarakat.Contoh pengolahan kompos yang mulai banyak muncul di masyarakat.Proses penguraian oleh mikroba akan lebih baik bila kondisi bahan baku berupa serbuk atau butiran halus sehingga mikroba lebih mudah menguraikannyaProses penguraian oleh mikroba akan lebih baik bila kondisi bahan baku berupa serbuk atau butiran halus sehingga mikroba lebih mudah menguraikannyamos,top sail, organik merupakan media tanam yang sangat pentng. bahkan negara Timur tengah (Arab) membutuhkan top soil atau organik dalam jumlah sangat besarmos,top sail, organik merupakan media tanam yang sangat pentng. bahkan negara Timur tengah (Arab) membutuhkan top soil atau organik dalam jumlah sangat besarProses penguraian bahan organik dibantu oleh " makroba" (cacing, rayap, ulat, semut) dan "mikroba" (bakteri, cendawan, jamur).Proses penguraian bahan organik dibantu oleh " makroba" (cacing, rayap, ulat, semut) dan "mikroba" (bakteri, cendawan, jamur).

You Might Also Like

0 comments